Membentuk Sikap Kritis Mahasiswa - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO Membentuk Sikap Kritis Mahasiswa - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO

Membentuk Sikap Kritis Mahasiswa

HIDUP MAHASISWA......!!!

Seringkali ucapan pekik seperti itu banyak kita temukan ketika mahsiswa sedang melakukan aksinya. Sebagai agent of change, mahasiswa juga seharusnya kritis terhadap beragam problematika yang melanda kehidupan dan berusaha mencari akar masalah kemudian mencari solusi dalam menghadapi situasi ini. Dengan bersikap kritis, wawasan mahasiswa akan bertambah. Karakter mereka juga akan terbentuk menjadi pribadi yang bijak menangani masalah.

Sebagai agent of change, mahasiswa seharusnya bisa memberikan pendapat terhadap segala problematika. Hal ini merupakan tugas mahasiswa sebagai alat kontrol masyarakat. Namun, di sisi lain mahasiswa harus mampu menunjukkan eksistensinya. Tidak hanya sekadar menimba ilmu dan pengetahuan di bangku kuliah, namun juga harus mampu berargumentasi dan berpendapat serta mampu mempertanggungjawabkannya. 

Membentuk Sikap Kritis Mahasiswa

Sikap kritis mahasiswa ini harus sejak dini harus membuktikan bahwa mahasiswa harus selalu siap menghadapi setiap persoalan problematika, terutama problematika bangsa. Saluran untuk berargumentasi pun telah dan selalu ada, misalnya melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa (HMJ), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi-organisasi intra kampus maupun ekstra kampus.

(Baca Juga : Stainim, Universitas Swasta Terbaik di Sidoarjo)

Kebebasan yang telah diberikan ini harus ditanggapi positif oleh mahasiswa untuk mengembangkan intelektualitas daripada hanya menghabiskan waktu dengan bermain game online atau melakukan hal-hal yang sia-sia. 

Oleh karena itu ada baiknya mahasiswa mulai melihat masalah problematika yang ada dan mencoba mengkritisinya. Mahasiswa seharusnya meluangkan waktu untuk melakukan hal positif demi masa depan. Dalam membangun kekritisan ini, mahasiswa bisa memulai dengan belajar berdiskusi dengan siapa saja. Kalau bukan sekarang untuk memulainya, terus kapan lagi?

Jadi mahasiswa adalah pemuda yang mempunyai pola pikir kritis yang masih bersemangat dan peka terhadap hal yang ada disekitar dan keingnan untuk merubah sangat tinggi. Tapi sekali lagi perubahan sikap kritis mahasiswa tergantung kepada mahasiswa sendiri bagaimana mengaplikasikannya.

Mahasiswa juga sebagai pengontrol masyarakat. Jadi masyarakat lebih besar terpengaruhi oleh kegiatan masyarakat. Sehingga mahasiswa masih berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat.

Bersikap kritis berarti mahasiswa juga siap untuk maju. Kritis dalam hal ini bukan hanya dalam menyampaikan pendapat. Kritis juga berarti mahasiswa harus aktif mencari dan memberikan solusi.

Selain itu, hal penting yang juga perlu digaris bawahi adalah mahasiswa seharusnya bukan hanya pandai berargumen dan mempertahankannya. Akan tetapi harus dapat menerima pendapat orang lain pula. Agar tidak hanya sekadar mengkritik dengan kritis namun siap pula untuk dikritik.

Nanti disambung lagi ya….. :D

Share on Google Plus

About Sarjana123 dot com

Saya hanya seorang mahasiswa biasa, calon sarjana yang sedang kuliah di Stainim Sidoarjo. Silakan kunjungi sosial media saya atau ingin kontak saya silakan Klik Disini

0 comments:

Post a Comment