Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Assalamu’alaikum sahabat sarjana123. Lagi penelitian nih…. Atau lagi ngambil mata kuliah metode penelitian atau sebangsanya :D 

Pada kesempatan kali ini, saya pengen share tentang Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kualitatif. Udah pada tahu kan apa penelitian itu ?  penelitian merupakan sebuah cara yang akan digunakan pada saat kamu melakukan penelitian. Metode penelitian biasanya istilahnya kabur dengan istilah teknis penelitian atau prosedur penelitian. Hal ini disebabkan ketiga hal tersebut saling memiliki kaitan antara satu dengan yang lainnya sehingga terkadang sulit untuk dibedakan.

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Sedangkan Metode penelitian adalah segala hal yang membicarakan tentang cara-cara dalam melaksanakan penelitian, sedangkan prosedur penelitian biasanya membahas tentang alat-alat yang akan digunakan untuk mengukur maupun mengumpulkan data penelitian. Nah, dengan demikian sebuah penelitian terdiri prosedur penelitian dan teknik penelitian.

Jadi sudah bisa menyimpulkan kan?, metode penelitian merupakan suatu cara untuk memecahkah masalah dan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Sedangkan, Metode penelitian merupakan serangkaian cara untuk melakukan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan filosofis, ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi. 

Suatu penelitian memiliki research design  atau rancangan penelitian tertentu.  Rancangan ini menggambarkan prosedur maupun langkah-langkah yang harus ditempuh, sumber data, waktu penelitian, kondisi data yang dikumpulkan, dan dengan cara bagaimana data tersebut dihimpun serta diolah. 

Tujuan rancangan penelitian yakni melalui penggunaan metode penelitian yang tepat, merancang kegiatan yang bisa memberikan jawaban dengan teliti terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.

Metode Penelitian Kuantitatif 

1. Penelitian Kuantitatif Non Eksperimental
Penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivisme yang menekankan pada fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol. 

Ada beberapa metode penelitian kuantitatif non eksperimental antara lain metode : deskriptif, survai, ekspos facto, komparatif, korelasional dan penelitian tindakan.

a. Metode deskriptif
Penelitian dengan metode deskriptif (descriptive research) merupakan suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau, misalnya : berapa lama anak-anak usia pra sekolah menghabiskan waktunya untuk nonton TV. Penelitian dengan metode deskriptif dapat mendeskripsikan sesuatu keadaan saja, tetapi dapat juga mendeskripsikan keadaan dalam tahapan-tahapan perkembangannya. Penelitian demikian disebut penelitian perkembangan atau developmental studies. Dalam penelitian perkembangan ada yang bersifat longitudinal atau sepanjang waktu, dan ada yang bersifat cross sectional atau dalam potongan waktu.

b. Metode survai
Metode Survai digunakan untuk mengumpulkan informasi berbentuk opini dari sejumlah besar orang terhadap topik atau tema tertentu. Ada 3 karakter utama dari metode survai : 
  1. Informasi dikumpulkan dari sekelompok besar orang untuk mendeskripsikan beberapa aspek atau karakteristik tertentu seperti : kemampuan, sikap, kepercayaan, pengetahuan dari populasi
  2. Informasi dikumpulkan melalui pengajuan pertanyaan. Biasanya pertanyaan tertulis walaupun terkadang bisa juga lisan dari suatu populasi
  3. Informasi diperoleh dari sampel, bukan dari populasi. Tujuan utama dari survai yaitu untuk mengetahui gambaran umum karakteristik dari populasi.

c. Metode Ekspos Facto
Penelitian metode ekspos fakto atau expost facto research adalah meneliti hubungan sebab-akibat yang tidak dimanipulasi atau diberi perlakuan (dirancang dan dilaksanakan) oleh peneliti. Seperti, Penelitian hubungan sebab-akibat dilakukan terhadap program, kejadian atau kegiatan atau telah berlangsung atau telah terjadi, misalnya penelitian tentang pemberian gizi yang cukup pada waktu hamil menyebabkan bayi sehat.

d. Metode Komparatif
Penelitian metode komparatif diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua atau lebih dari dua kelompok terdapat perbedaan dalam aspek maupun variabel yang diteliti. Dalam Penelitian ini pun tidak terdapat pengontrolan variabel, maupun manipulasi atau perlakuan dari peneliti. Penelitian ini dilakukan secara alamiah. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen yang bersifat mengukur. Hasilnya kemudian dianalisis secara statistik untuk mencari perbedaan diantara variabel-variabel yang diteliti.

e. Metode Korelasional
Penelitian metode korelasional ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel lain. Misalnya : Penelitian tentang korelasi yang tinggi antara tinggi badan dan berat badan, tidak berarti badan yang tinggi menyebabkan atau mengakibatkan badan yang berat, tetapi antara keduanya ada hubungan kesejajaran. Bisa juga terjadi yang sebaliknya yaitu ketidaksejajaran (korelasi negatiif), badanya tinggi tapi timbangannya rendah (ringan).

f. Metode Tindakan
Penelitian metode tindakan atau biasa dikenal metode action research merupakan penelitian yang diarahkan pada mengadakan pemecahan masalah atau perbaikan. Penelitian ini difokuskan kepada perbaikan proses maupun perbaikan hasil kegiatan. Misalnya : Guru-guru mengadakan pemecahan terhadap masalah-masalah yang dihadapi dalam kelas, kepala sekolah mengadakan perbaikan terhadap manajemen di sekolahnya.

g. Metode Penelitian dan Pengembangan
Metode Penelitian dan pengembangan atau research and development merupakan metode untuk mengembangkan dan menguji suatu produk. Metode seperti ini banyak digunakan di dunia industri. Industri banyak menyediakan dana untuk penelitian mengevaluasi dan menyempurnakan produk-produk lama, dan atau mengembangkan produk baru. Dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan bisa digunakan untuk mengembangkan buku, modul, media pembelajaran, instrumen evaluasi, model-model kurikulum, pembelajaran, evaluasi, bimbingan, managemen, pengawasan, pembinaan staff, dll.

2. Penelitian Kuantitatif Eksperimental
Penelitian kuantitatif Eksperimental bisa dikatakan yang paling murni dari penelitian kuantitatif, karena semua prinsip serta kaidah-kaidah penelitian kuantitatif dapat diterapkan pada metode ini. Penelitian Eksperimental merupakan penelitian labolatorium, walaupun terkadang juga dapat dilakukan diluar labolatorium, tetapi pelaksanaannya menerapkan prinsip-prinsip penelitian labolatorium, terutama dalam pengontrolan terhadap hal-hal yang mempengaruhi jalannya eksperimen. 

Metode ini bersifat menguji yakni menguji pengaruh satu atau lebih variabel terhadap variabel lain. Variabel yang memberi pengaruh dikelompokan sebagai independent variables atau variabel bebas dan variabel yang dipengaruhi dikelompokan sebagai variabel terikat atau biasa disebut dependent variables. Ada beberapa metode dari penelitian eksperimental, yaitu : metode eksperimen murni, metode eksperimen kuasi, metode eksperimen lemah dan metode subjek tunggal.

a. Metode Eksperimen murni
Penelitian Kuantitatif metode Eksperimen murni (true experimental) yang sesuai dengan namanya merupakan salah satu metode eksperimen yang mengikuti prosedur dan memenuhi persyaratan eksperimen. Prosedur dan syarat-syarat tersebut yang terutama berkenaan dengan pengontrolan variabel, pemberian perlakuan, kelompok control, manipulasi kegiatan atau pengujian hasil. Dalam eksperimen murni, kecuali variabel independen yang akan diuji pengaruhnya terhadap variabel dependen, semua variabel dikontrol atau disamakan arakteristiknya.

b. Metode Eksperimen semu
Penelitian Kuantitatif metode eksperimen semu (qusi experimental) pada dasarnya sama dengan dengan eksperimen murni, namun yang membedakan adalah pengontrolan variabel. Pengontrolannya hanya dilakukan terhadap satu variabel saja, yakni variabel yang dipandang paling dominan.

c. Metode Eksperimen Lemah
Penelitian Kuantitatif metode Eksperimen lemah (weak experimental) merupakan metode penelitian eksperimen yang desain dan perlakuannya seperti eksperimen namun tidak ada pengontrolan variabel sama sekali. Eksperimen ini sangat lemah kadar validitasnya, oleh karena itu sebenarnya tidak digunakan untuk penelitian tesis dan disertasi juga skipsi.

d. Metode Eksperimen subjek Tunggal
Penelitian Kuantitatif Eksperimen subjek tunggal (single subject experimental) merupakan eksperimen yang dilakukan terhadap subjek tunggal.

Metode Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif (qualitative research) merupakan suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan maupun menganalisis fenomena, aktivitas sosial, peristiwa, sikap, persepsi, kepercayaan, pemikiran orang secara individual maupun kelompok.

Penelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama, yaitu 
a. Menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore) 
b. Menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain). 

Kebanyakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan eksplanatori. Metode penelitian kualitatif interaktif, merupakan studi yang mendalam dan menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnya. Berikut beberapa metode penelitian kualitatif :

a. Metode Studi Etnografik
Penelitian kualitatif metode studi etnografik (ethnographic studies) adalah suatu metode yang mendeskripsikan dan menginterpretasikan kelompok sosial, budaya, atau sistem. Proses penelitian studi etnografik dilaksanakan di lapangan dalam waktu yang cukup lama, berbentuk observasi dan wawancara secara alamiah dengan para partisipan, dalam berbagai bentuk kesempatan kegiatan, serta mengumpulkan dokumen-dokumen dan benda-benda seperti artifak

(Baca Juga : Penelitian kualitatif, Sebuah Pengertian dan Deskripsi Singkat)

b. Metode Studi Historis
Penelitian kualitatif metode studi Historis (historical studies) adalah suatu metode yang dilakukan dengan meneliti peristiwa-peristiwa yang telah berlalu. Peristiwa-peristiwa sejarah direka-ulang dengan menggunakan sumber data primer berupa kesaksian dari pelaku sejarah yang masih ada, kesaksian tak sengaja yang tidak dimaksudkan untuk disimpan, sebagai catatan atau rekaman, seperti peninggalan-peninggalan sejarah, dan kesaksian sengaja berupacatatan dan dokumen-dokumen.

c. Metode Studi Fenomenologis
Penelitian kualitatif metode studi fenomenologis mempunyai dua makna, sebagai filsafat sains dan sebagai metode pencarian dalam penelitian. Metode studi fenomenologis (phenomenological studies) mencoba mencari arti dari pengalaman dalam kehidupan. Peneliti mengumpulkan data yang berkenaan dengan konsep, pendirian, pendapat, sikap, penilaian dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan. Tujuan dari Penelitian kualitatif metode studi fenomenologis adalah mencari atau menemukan makna dari hal-hal yang mendasar atau bahkan esensial dari pengalaman hidup tersebut.

d. Metode Studi Kasus
Penelitian kualitatif metode studi kasus (case study) merupakan suatu penelitian yang dilakukan terhadap suatu “kesatuan sistem”. Kesatuan ini dapat berupa program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang terikat oleh tempat, waktu atau ikatan tertentu. Metode studi kasus adalah suatu penelitian yang diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna serta memperoleh pemahaman dari kasus tersebut.

e. Metode Teori Dasar
Penelitian kualitatif metode teori dasar atau sering juga disebut penelitian dasar atau teori dasar (grounded theory) merupakan penelitian yang diarahkan pada penemuan atau digunakan untuk menguatan terhadap suatu teori tertentu.

f. Metode Studi Kritis
Dalam Penelitian kualitatif metode kritis, peneliti melakukan analitis naratif, etnografi kritis, penelitian tindakan, dan penelitian feminisme. Penelitian mereka diawali dengan mengekspos masalah seperti masalah manipulasi, kesenjangan dan penindasan sosial.

g. Metode Penelitian noninteraktif
Penelitian metode noninteraktif (non interactive inquiry) disebut juga penelitian analitis, yakni metode penelitian kualitatif yang mengadakan pengkajian berdasarkan analisis dokumen. Peneliti menghimpun, mengidentifikasi, menganalisis, dan mengadakan sintesis data, untuk kemudian memberikan interpretasi terhadap konsep, kebijakan, peristiwa yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat diamati.

Semoga artikel tentang Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kualitatif bermanfaat ya. Kalau ada yang ditanyakan, silakan sampaikan di kolom komentar di bawah

Wallahu A'lam Bishawab

Sumber :
(Nanti di update lagi ya sumbernya :D karena waktu bikin artikel ini udah mau keburu berangkat :D Mohon maaf sekali _/\_)

Share on Google Plus

About Sarjana123 dot com

Saya hanya seorang mahasiswa biasa, calon sarjana yang sedang kuliah di Stainim Sidoarjo. Silakan kunjungi sosial media saya atau ingin kontak saya silakan Klik Disini

0 comments:

Post a Comment