Penelitian kualitatif, Sebuah Pengertian dan Deskripsi Singkat - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO Penelitian kualitatif, Sebuah Pengertian dan Deskripsi Singkat - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO

Penelitian kualitatif, Sebuah Pengertian dan Deskripsi Singkat

Assalamu’alaikum lur….Bagaimana kabarnya ? Ketemu lagi dengan Sarjana123.com, blog tentang jurnal Mahasiswa Ekonomi Syariah Stainim Sidoarjo, Universitas Swasta Terbaik Sidoarjo. Pada kesempatan kami ini saya akan membahas tentang artikel tentang Penelitian Kualitatif. Semoga artikel ini sangat bermanfaat bagi kamu yang lagi mengambil mata kuliah Metode Penelitian dan sejenisnya. 

Lur….Ada dua metode berfikir dalam perkembangan pengetahuan, yaitu metode deduktif yang dikembangkan oleh Aristoteles dan metode induktif yang diketnbangkan oleh Francis Bacon. Metode deduktif adalah. Metode berfikir yang berpangkal dari hal-hal yang umum atau teori menuju pada hal-hal yang khusus atau kenyataan. Sedangkan metode induktif adalah sebaliknya. Dalam pelaksanaan, kedua metode tersebut diperlukan dalam penelitian.

Kegiatan penelitian memerlukan metode yang jelas. Dalam hal ini terdapat dua metode penelitian yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Pada mulanya metode kuantitatif dianggap memenuhi syarat sebagai metode penilaian yang baik, karena menggunakan alat-alat atau intrumen untuk mengakur gejala-gejala tertentu dan diolah secara statistik. 

Penelitian kualitatif - Metode Penelitian kualitatif - Metode Penelitian

Tetapi pada perkembangan sekarang ini, data yang berupa angka dan pengolahan matematis tidak bisa menerangkan kebenaran secara meyakinkan. Oleh sebab itu digunakan metode kualitatif yang dianggap mampu menerangkan gejala atau fenomena secara lengkap dan menyeluruh.

Tiap penelitian berpegang pada paradigma tertentu. Paradigma menjadi tidak dominan lagi dengan timbulnya paradigma baru. Pada mulanya orang memandang bahwa apa yang terjadi bersifat alamiah. Peneliti bersifat pasif sehingga tinggal memberi makna dari apa yang terjadi dan tanpa ingin berusaha untuk mengubah. Masa ini disebut masa pra-positivisme.

Setelah itu timbul pandangan baru, yakni bahwa peneliti dapat dengan sengaja mengadakan perubahan dalam dunia sekitar dengan melakukan berbagai eksperimen, maka timbulah metode ilmiah. Masa ini disebut masa positivisme.

Pandangan positivisme dalam perkembangannya dibantah oleh pendirian baru yang disebut post-positivisme. Pendirian post-positivisme ini bertolak belakang dengan positivisme. Dapat dikatakan bahwa post-positivisme sebagai reaksi terhadap positivisme. Menurut pandangan post-positivisme, kebenaran tidak hanya satu tetapi lebih kompleks, sehingga tidak dapat diikat oleh satu teori tertentu saja.

Sedangkan, Penelitian kualitatif merupakan penelitian mengenai riset yang bersifat deskriptif dan lebih cenderung menggunakan analisis. Proses serta makna (perspektif subjek) lebih ditunjukkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori digunakan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. 

Selain itu landasan teori juga berguna untuk memberikan gambaran umum tentang latar belakang penelitian dan sebagai bahan pembahasan pada hasil penelitian. Terdapat perbedaan yang mendasar antara peran landasan teori pada penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. 

Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berawal dari teori menuju data, dan berakhir pada  kesimpulan penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti berawal dari data, kemudian memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan akhirnya akan menjadi  suatu “teori”.

Kriyantono (2006) mengemukakan bahwa “riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya.”. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada kedalaman data yang didapatkan oleh peneliti.

Semakin dalam serta detail data yang didapatkan, maka semakin baik dan bagus kualitas dari penelitian kualitatif tersebut. Bebeda dengan penelitian kuanitatif, objek yang digunakan dalam penelitian kualitatif biasanya berjumlah terbatas. Pada penelitian ini, peneliti turut serta dalam peristiwa atau kondisi yang sedang diteliti. 

Oleh sebab itu hasil dari penelitian ini memerlukan kedalaman pemikiran analisis dari peneliti. Selain itu, hasil penelitian kualitatif bersifat subjektif sehingga tidak bisa digeneralisasikan. 

Secara umum, penelitian kualitatif dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Melalui kedua metode ini, peneliti akan menganalisis data yang telah didapatkan dari lapangan secara detail. Peneliti tidak bisa meriset kondisi sosial yang diobservasi, karena seluruh realitas yang terjadi di lapangan merupakan kesatuan yang terjadi secara alamiah. Hasil dari penelitian kualitatif juga bisa memunculkan teori atau konsep baru jika hasil penelitiannya bertentangan dengan teori maupun konsep yang sebelumnya dijadikan sebagai kajian dalam penelitian.

Penelitian kualitatif jauh lebih subjektif daripada survei atau penelitian kuantitatif serta menggunakan metode sangat berbeda dengan mengumpulkan informasi, terutama, dalam menggunakan metode wawancara individu secara mendalam dan grup fokus.

(Baca Juga : Penelitian Kualitatif, Definisi Menurut Para Ahli)

Sifat dari jenis penelitian ini yakni penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam. Peserta diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan umum, dan moderator group atau pewawancara periset mendalami dengan tanggapan mereka untuk mengidentifikasi dan menentukan pendapat, persepsi, dan perasaan tentang ide, topik atau gagasan yang dibahas dan guna menentukan derajat kesepakatan yang ada dalam grup. 

Kualitas hasil temuan dari penelitian kualitatif secara langsung sangat bergantung pada kemampuan, kepekaan dan pengalaman dari moderator group atau pewawancara. Penelitian kualitatif kurang sering dilakukan dengan menggunakan survei karena mahal meskipun sangat efektif dalam mendapatkan informasi mengenai kebutuhan komunikasi dan tanggapan serta pandangan tentang komunikasi tertentu. Dalam hal ini, sering menggunakan metode pilihan dalam kasus tertentu dimana pengukuran atau survei kuantitatif tidak diperlukan.

Semoga artikel tentang Penelitian Kualitatif bermanfaat bagi kita semua. Silakan komentar di bawah apabila kamu punya pendapat yang berbeda ya…

Wallahu A'lam Bishawab
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sumber:
Wikipedia.com, diakses pada tanggal 23 April 2017
Kriyantono, Rachmat,. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Prenada
Pupu Saeful Rahmat.Penelitian Kualitatif. EQUILIBRIUM, Vol. 5, No. 9, januari - juni 2009 : 18

Share on Google Plus

About Sarjana123 dot com

Saya hanya seorang mahasiswa biasa, calon sarjana yang sedang kuliah di Stainim Sidoarjo. Silakan kunjungi sosial media saya atau ingin kontak saya silakan Klik Disini

0 comments:

Post a Comment