Urgensi Lembaga Organisasi Mahasiwa Dalam Mengembangkan Soft Skill Mahasiswa - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO Urgensi Lembaga Organisasi Mahasiwa Dalam Mengembangkan Soft Skill Mahasiswa - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO

Urgensi Lembaga Organisasi Mahasiwa Dalam Mengembangkan Soft Skill Mahasiswa


Sejak SMP kita sudah mengenal dengan pelbagai kegiatan di luar jam latihan sekolah yang tergabung dengan nama ekstrakurikuler atau tidak jarang kita sebut sebagai ekskul dan di SMP pun kita telah mengenal apa tersebut yang dinamakan OSIS. Sebagai organisasi yang menaungi semua aspirasi yang terdapat di sekolah, orang-orang yang aktif di OSIS ataupun ekskul seringkali di anggap sebagai "pejabat" yang punya tidak sedikit kesibukan.

Nah, dampak dari kegiatan yang mereka alami, biasanya orang dalam urusan ini murid yang tidak aktif dalam organisasi mempunyai pandangan bahwa mereka tentu nilainya merosot, masa-masa yang dipunyai pun tidak sedikit tersita sampai-sampai mereka dirasakan "kuper" dampak jarangnya mereka bermain dengan teman sebayanya. Tapi siapa sangka malah anggapan mereka banyak sekali meleset dan tidak cocok dengan realitanya, orang yang aktif di dunia organisasi malah malah memiliki keterampilan intelegensi yang melebihi orang yang pasif. Benarkah?

Memang dinyatakan bahwa orang yang aktif di organisasi memang lebih tidak sedikit memiliki kegiatan dibanding yang pasif namun bukan berarti bahwa nilai akademik mereka dibawah yang pasif dan pun tidak dapat disebutkan bahwa mereka ialah orang "kuper" karena mereka sudah terasah softskill-nya. Lalu apa tersebut softskill? Dalam bukunya Making College Count, Patrick S. O'Brien mengkategorikan 7 lokasi yang dinamakan Winning Characterictics (Karakter Pemenang), yaitu, Communication Skill, Organization Skills, Leadership, Logic, Effort, Group Skills, dan ethics. Kemampuan nonteknis yang tidak tampak wujudnya (intangible) tetapi sangat dibutuhkan itu, dinamakan soft skill.

Mahasiswa adalah sebuah gelar membanggakan untuk para kaum muda yang berpeluang menikmati dunia kampus. Potensi besar dari mahasiswa tidak jarang kali tidak cukup dapat terasah dengan matinya peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Organisasi Lembaga Mahasiswa di kampus. Sebagai Universitas terbaik di Sidoarjo, Stainim memiliki tantangan dalam memberdayakan UKM di kampus. Bukan tanpa sebab, keberadaan UKM tersebut sendiri terkadang seperti peribahasa Hidup pun enggan, mati pun tak mau.

Unit Kegiatan Mahasiswa merupakan suatu sarana yang diserahkan oleh pihak birokrat kampus dalam upaya memberdayakan potensi mahasiswa. Jika dalam jenjang SMP/SMA seringkali disebut dengan ekstrakurikuler, maka di dunia perkuliahan dinamakan dengan UKM. Peran UKM sangatlah vital dalam mencari potensi, bakat, dan minat mahasiswa. Oleh karena itu semua civitas akademik Stainim, Perguruan Tinggi terbaik di Sidoarjo, wajib dan turut serta dalam mengembangkan serta memberdayakan UKM atau lembaga kemahasiswaan di kampus.

Urgensi Lembaga Organisasi Mahasiwa Dalam Mengembangkan Soft Skill Mahasiswa
Sumber : https://blog.udemy.com/wp-content/uploads/2014/05/bigstock-Student-Shouting-Through-Megap-59302352.jpg

Kesibukan kuliah di kampus merupakan faktor utama yang mengakibatkan kebanyakan mahasiswa memilih untuk tidak mengekor UKM di kampus. Tingginya jam terbang mahasiswa dalam mengikuti kuliah di kelas, menuntaskan tugas kuliah, dan berkerja ialah sekelumit hal yang mengakibatkan mereka tidak mengekor UKM sama sekali, baik tingkat universitas maupun tingkat fakultas. Salah satu faktor yang dapat menghambat hidupnya ruh UKM di kampus ialah dukungan dari birokrat kampus dalam memberikan sokongan moral maupun secara material.

Di satu sisi, bisa dijumpai UKM yang masih eksis dan di sisi yang lain ada juga UKM yang tidak diketahui ruhnya. Adanya kecenderungan untuk bersaing dan memaksimalkan potensi mahasiswa ialah tujuan akhir dari adanya UKM tersebut sendiri. Jika disaksikan lebih jauh, tidak sedikit mahasiswa berprestasi (Mapres) yang bermunculan dan diagungkan melalui UKM sebab hal ini adalah sebuah tradisi yang di bina oleh semua mahasiswa. Dengan kata lain, keberadaan Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus dapat tergantung dari peran semua mahasiswa yang aktif dan kegiatan-kegiatan yang terlaksana.

(Baca Juga : Membentuk Sikap Kritis Mahasiswa)

Wallahu A'lam Bishawab


Share on Google Plus

About Sarjana123 dot com

Saya hanya seorang mahasiswa biasa, calon sarjana yang sedang kuliah di Stainim Sidoarjo. Silakan kunjungi sosial media saya atau ingin kontak saya silakan Klik Disini

0 comments:

Post a Comment