Mahasiswa Ekonomi Syariah Perlu Mengasah Soft Skill untuk Mempersiapkan di Dunia Kerja - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO Mahasiswa Ekonomi Syariah Perlu Mengasah Soft Skill untuk Mempersiapkan di Dunia Kerja - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO

Mahasiswa Ekonomi Syariah Perlu Mengasah Soft Skill untuk Mempersiapkan di Dunia Kerja

Agar dapat bersaing, mahasiswa ekonomi syariah, khususnya mahasiswa Stainim Sidoarjo harus SELALU dan TERUS mengasah soft skill yang dimilikinya. JANGAN BERHENTI dalam mengasah skill. Seperti apa caranya?

Menurut, Irfan Syauqi Beik, Direktur Centre for Islamic Business and Economic Studies Institut Pertanian Bogor, menuturkan bahwa dengan perubahan dinamika industri keuangan syariah yang selalu berubah menimbulkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang harus siap tempur. Dalam artian, mempunyai soft skill sangat diperlukan untuk mengembangkan ilmu dasar yang telah dimiliki.

Mahasiswa Ekonomi Syariah Perlu Mengasah Soft Skill untuk Mempersiapkan di Dunia Kerja

Pemberian materi mengenai keuangan syariah dan ekonomi tetap penting, akan tetapi Irfan Syauqi Beik menyarankan supaya pihak kampus juga tidak terlalu membebani mahasiswa dengan mata kuliah yang terlalu teknis dan kaku. Justru, yang diajarkan mata kuliah yang nantinya dapat menjadi bekal dasar Mahasiswa untuk selalu berkembang.

Pendidikan yang sangat dinamis dan ilmu akan terus berkembang, semua berasal dari ilmu dasar. Ilmu dasar itulah yang harus dikuasai oleh mahasiswa misalnya minimal mengerti tentang ushul fiqh, fikih dasar, pemahaman teori mikro dan makro, matematika, konsep zakat. Dari ilmu dasar ini nantinya dapat dikembangkan dalam aktivitas sehari-hari baik dalam dunia kerja maupun di bidang industri.

Selain hardskill yang didapatkan dari bangku kuliah, mahasiswa ekonomi syariah juga harus mengasah softskill seperti bakat, kemampuan, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap mahasiswa. Yang terpenting bagaimana softskill dan penyiapan cara berpikir mahasiswa terinternalisasi dengan nilai-nilai syariah dalam berekonomi.

Menurut Irfan Syauqi Beik, kampus merupakan masa doktrinasi terhadap konsep dasar ekonomi syariah. Dengan harapan begitu mahasiswa lulus sudah terintegrasi dengan cara berpikir ekonomi syariah, sehingga mahasiswa akan dapat melakukan adaptasi terhadap probematika dan tantangan-tantangan di industri keuangan syariah dengan softskill yang dimiliki mahasiswa.

Kampus mendidik para mahasiswanya untuk menjadi Sumber Daya Manusia yang siap disalurkan kepada industri ekonomi syariah atau sebagai enterpreneur yang faham ekonomi syariah. 

Bagaimana cara mahasiswa membangun softskill? Mahasiswa tidak boleh hanya sekedar kuliah ekonomi syariah saja. Tidak boleh hanya kuliah setelah itu langsung pulang, tetapi aktif di kegiatan kemahasiswaan dan aktif dalam organisasi. Softskill mahasiswa juga dapat diasah di unit kegiatan mahasiswa atau dengan menghidupkan acara-acara seperti seminar untuk melatih softskill karena berkomunikasi dengan dunia kerja dan tokoh industri dunia bisnis serta juga sebagai tempat latihan menyampaikan gagasan ide

Jika di perguruan tinggi para mahasiswa Ekonomi Syariah hanya dibekali hardskill, dengan bergabung dengan komunitas atau klub studi, maka para mahasiswa ekonomi syariah pun akan dilatih softskillnya dalam kelompok studi ini. Kelompok studi tidak hanya melakukan kajian, akan tetapi juga mengadakan event-event dalam rangka mendakwahkan ekonomi syariah. 

Terdapat beberapa komunitas mahasiswa yang fokus dalam kajian dan pengembangan ekonomi syariah, misalnya FoSSEI (Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam) dan Koneksi (Komunitas Ekonomi Islam Indonesia). 

Kedua komunitas ini memiliki jejaring di bawahnya yang menjadi ujung tombak kampanye ekonomi syariah di kalangan mahasiswa. Terdapat juga event-event besar tingkat nasional yang rutin diadakan seperti misalnya Temilnas, Munas dan Kamnas Ekonomi Syariah. 

Para aktivis organisasi dan komunitas ini kelak yang akan menjadi intelektual, praktisi, atau enterpreneur di masa depan. Oleh karena itu pengembangan komunitas mahasiswa ekonomi Islam merupakan investasi yang sangat penting dan sangat berharga.

Sebenarnya, selain kelompok studi atau forum ekonomi syariah, ada juga gerakan mahasiswa yang memiliki basis ideologi Islam seperti KAMMI, HMI, PMII, Gema Pembebasan, IMM, Hima-Himi PERSIS, dll. 

Gerakan mahasiswa ini mempunyai basis massa mahasiswa yang cukup jelas serta mempunyai basis ideologi keIslaman. Organ-organ dalam organisasi ini pun sebenarnya menjadi peluang untuk mengembangkan ekonomi syariah di kalangan mahasiswa. 

Di beberapa organ kemahasiswaan Islam ini ekonomi syariah telah menjadi perhatian utama yang cukup serius, namun di sebagian organisasi yang lain kajian ekonomi syariah menjadi hal yang sekunder.

Yuk....kita asah softskill kita.....
Yuk kita ramaikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus masing-masing....

Jangan Lupa baca juga ya, Membentuk Sikap Kritis Mahasiswa

Wallahu A'lam Bishawab


Sumber :
http://koneksi-indonesia.org/2015/ekonomi-syariah-di-tengah-mahasiswa-antara-harapan-dan-kritik/
http://keuangansyariah.mysharing.co/mahasiswa-ekonomi-syariah-perlu-asah-soft-skill/

Share on Google Plus

About Sarjana123 dot com

Saya hanya seorang mahasiswa biasa, calon sarjana yang sedang kuliah di Stainim Sidoarjo. Silakan kunjungi sosial media saya atau ingin kontak saya silakan Klik Disini

0 comments:

Post a Comment