Mampukah Mengembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal ? Sebuah Tantangan Bagi Mahasiswa Ekonomi Syariah - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO Mampukah Mengembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal ? Sebuah Tantangan Bagi Mahasiswa Ekonomi Syariah - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO

Mampukah Mengembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal ? Sebuah Tantangan Bagi Mahasiswa Ekonomi Syariah

Ekonomi kreatif merupakan suatu pembahasan yang akan selalu menarik untuk dibahas hingga saat ini. Bahkan kamu yang sekarang berada di blog ini pasti sedang mencari informasi dan berita mengenai Ekonomi kreatif. Bagaimana mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal ?

Menariknya isu Ekonomi kreatif ini, sehingga menjadi “nilai jual" oleh para capres pada pemilihan tahun 2014. Bahkan yang menariknya ketika debat Capres 15 Juni 2014 lalu. Bapak Jokowi memasukkan isu ekonomi kreatif dalam kampanyenya. Beliau ingin mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia. Ekonomi kreatif termasuk dalam pokok visi misi pasangan Jokowi-Jusuf Kalla untuk menarik simpatik masyarakat.

Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal

Apa Ekonomi Kreatif ?
Sekarang pertanyaannya ? Apakah Ekonomi kreatif itu ? ada berbagai mecam pengertian mengenai ekonomi kreatif atau industri kreatif dari berbagai sumber.

Menurut Wikipedia, Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi serta kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. 

Sementara itu Kementerian Perdagangan Indonesia mengatakan bahwa Industri kreatif merupakan industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Sedangkan menurut Departemen Perdagangan Republik Indonesia merumuskan ekonomi kreatif sebagai upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan melalui kreativitas dengan iklim perekonomian yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumber daya yang terbarukan.

John Howkins dalam bukunya The Creative Economy: How People Make Money from Ideas untuk pertama kali memperkenalkan istilah ekonomi kreatif. Howkins menyadari lahirnya gelombang ekonomi baru berbasis kreativitas ini setelah melihat fenomena di Amerika Serikat pada tahun 1997. Amerika Serikat mampu menghasilkan produk-produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) senilai 414 miliar dolar dan menjadikan HKI sebagai barang ekspor nomor satu di Amerika Serikat.

Menurut John Howkins, ekonomi kreatif adalah the creation of value as a result of idea. Dalam sebuah wawancara bersama Donna Ghelfi dari World Intellectual Property Organization (WIPO), John Howkins menjelaskan ekonomi kreatif sebagai "kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan."

John Howkins The Creative Economy
John Howkins
Sumber : http://www.jaigurudeva.it/thecreativenetwork/wp-content/uploads/2016/09/John-Anthony-Howkins-Jai-Guru-Deva-1038x537.jpg

United Nations Conference on Trade and Development mendefinisikan ekonomi kreatif "An evolving concept based on creative assets potentially generating economic growth and development."

Department of Culture, Media, and Sport (DCMS) mendefisinikan ekonomi kreatif sebagai Creative Industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill & talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content.

Dalam cetak biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2015, ekonomi kreatif didefinisikan sebagai "Era baru ekonomi setelah ekonomi pertanian, ekonomi industri, dan ekonomi informasi, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya."

Tuh kan…. Banyak banget pengertian dari ekonomi kreatif. Silakan disimpulkan sendiri ya apa itu Ekonomi kreatif berdasarkan pengertian para pakar diatas.

Karakteristik Ekonomi Kreatif
Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan ekonomi kita sekarang sampai pada taraf ekonomi kreatif setelah beberapa saat sebelumnya, kita menghadapi ekonomi dengan konsep ekonomi informasi dimana informasi menjadi hal yang utama dalam mengembangkan perekonomian 

Ada beberapa hal yang menjadi karakteristik dari ekonomi kreatif:
  1. Memerlukan kolaborasi antara berbagai pelaku yang berperan dalam industri kreatif, yakni kaum intelektual (cendekiawan), pemerintah, dan dunia usaha yang menjadi prasyarat mendasar.
  2. Memiliki basis pada ide atau gagasan.
  3. Pengembangan tidak terbatas dalam berbagai bidang usaha.
  4. Konsep yang akan dibangun bersifat relatif.

Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia
Perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia dimulai pada tahun 2006. Pada waktu itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mulai menginstruksikan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia.
Proses pengembangan Ekonomi kreatif pertama kali diwujudkan dengan membentuk Indonesian Design Power oleh Departemen Perdagangan untuk membantu mengembangkan ekonomi kreatif yang ada di Indonesia.

Pada tahun 2007 dilakukan peluncuran Studi Pemetaan Kontribusi Industri Kreatif Indonesia 2007 pada Trade Expo Indonesia. Kemudian pada tahun 2008, dilakukan peluncuran Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 dan Cetak Biru Pengembangan 14 Subsektor Industri Kreatif Indonesia. Selain itu, dilakukan pencanangan tahun Indonesia Kreatif 2009.

Untuk mewujudkan Indonesia Kreatif, pada tahun 2009 diadakan Pekan Produk Kreatif serta Pameran Ekonomi Kreatif yang berlangsung setiap tahunnya.

Jenis Ekonomi Kreatif
Apa saja jenis Ekonomi Kreatif ? Berikut adalah 15 Jenis-Jenis Ekonomi Kreatif:
1.  Periklanan (advertising)
2.  Arsitektur
3.  Pasar Barang Seni
4.  Kerajinan (craft)
5.  Desain
6.  Fesyen (fashion)
7.  Video, Film dan Fotografi
8.  Permainan Interaktif (game)
9.  Musik
10. Seni Pertunjukan (showbiz)
11. Penerbitan dan Percetakan
12. Layanan Komputer dan Piranti Lunak (software)
13. Televisi & Radio (broadcasting)
14. Riset dan Pengembangan (R&D)
15. Kuliner

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)
Di Indonesia ada badan yang menaungi Ekonomi Kreatif. Badan itu adalah Badan Ekonomi Kreatif atau disingkat Bekraf. Sebagai badan yang menangani ekonomi kreatif di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dituntut untuk dapat meningkatkan daya saing ekenomi kreatif nasional. Selain itu Bekraf juga dituntut untuk bisa menjadi penggerak perekonomian Indonesia ke depan.

Bekraf mempunyai visi membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam ekonomi kreatif pada 2030 nanti. Untuk mencapai visi tersebut, Bekraf merancang enam misi besar, yaitu:
  1. Menyatukan seluruh aset dan potensi kreatif Indonesia untuk mencapai ekonomi kreatif yang mandiri.
  2. Menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan industri kreatif.
  3. Mendorong inovasi di bidang kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di dunia internasional.
  4. Membuka wawasan dan apresiasi masyarakat terhadap segala aspek yang berhubungan dengan ekonomi kreatif.
  5. Membangun kesadaran dan apresiasi terhadap hak kekayaan intelektual, termasuk perlindungan hukum terhadap hak cipta.
  6. Merancang dan melaksanakan strategi yang spesifik untuk menempatkan Indonesia dalam peta ekonomi kreatif dunia.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan bahwa saat ini terdapat beberapa sektor ekonomi kreatif yang tengah berkembang dengan pesat dan mempunya potensi yang tinggi untuk dikembangkan. Sektor itu adalah fashion, kuliner, sama crafts (kerajinan tangan). Sedangkan sektor lain yang menjadi prioritas pengembangan adalah games, aplikasi, musik, dan film.

Kontribusi Ekonomi Kreatif Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi ekonomi kreatif 2016 menunjukan ada peningkatan dari sisi PDB sektor ekonomi kreatif.

Hasil data statistik ekonomi kreatif 2016 menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2010 hingga 2015, besaran PDB ekonomi kreatif naik dari 525,96 triliun pada 2010 dan menjadi 852,24 triliun pada 2015 atau meningkat rata-rata 10,14 persen per tahun. Dan Ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,38 persen terhadap total perekonomian nasional

Sumber : http://www.bekraf.go.id

Sedangkan tiga negara tujuan ekspor komoditi ekonomi kreatif terbesar pada tahun 2015 adalah Amerika Serikat 31,72 persen kemudian Jepang 6,74 persen, dan Taiwan 4,99 persen.

Sumber : http://www.bekraf.go.id

Untuk sektor tenaga kerja ekonomi kreatif 2010 hingga 2015 mengalami pertumbuhan sebesar 2,15 persen, dimana jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif pada tahun 2015 sebanyak 15,9 juta orang.

Sumber : http://www.bekraf.go.id

Perkembangan Ekonomi kreatif di Sidoarjo
Sidoarjo merupakan kota yang sangat kaya potensi lokal. Salah satu dari sekian banyak potensi itu adalah mendayagunakan kawasan minapolitan. Di Sidoarjo terdapat kawasan perikanan berbasis tambak yang layak dioptimalkan sebagai ekonomi kreatif. 

Sumber : https://assets-a2.kompasiana.com/items/album/2017/04/16/ikan-58f35d08e5afbd32284f872a.jpg?t=o&v=760
Dengan adanya penetapan ekonomi kreatif dalam bidang perikanan diharapkan potensinya akan semakin mendorong menghidupkan potensi desa dan sekaligus menggerakan perekonomian daerah.

Potensi lain yang dapat dikembangkan menjadi ekonomi kreatif di Sidoarjo antara lain usaha berbasis pertambakan dan home industri makanan olahan. Dengan mengembangkan Ekonomi Kreatif diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat dapat mendorong wirausaha di perdesaan.

Salah satu pelaksanaan kreativitas yang ada di Sidoarjo adalah merubah tempat pembuangan akhir sampah menjadi Taman Edukasi Tanjoeng Puri di lingkar timur, penerapan ini dapat dikembangkan di wilayah lain.

Selain sebagai tempat sarana rekreasi keluarga, Taman edukasi seperti ini layak dioptimalkan sebagai sarana mempromosikan produk kreativitas unggulan lokal atau hasil kreasi daur ulang. 

Dapat juga digunakan untuk menguatkan ‘posisi’ makanan khas Sidoarjo dengan kreasi makanan olahan lokal di masyarakat. Kreasi makanan lokal itu, dapat berbasis hasil tambak seperti bandeng dan udang; serta hasil budidaya perikanan darat seperti lele, mujair, patin atau berbagai jenis hasil kreativitas yang lainnya.

Membangun kota Sidoarjo dalam jangka menengah dan panjang, sudah saatnya kita tidak hanya mengandalkan kekuatan program serta anggaran pemerintah. Bersatunya harapan masyarakat Sidoarjo merupakan energi positif yang bisa menjadi pijakan dalam menggerakan Ekonomi Kreatif berbasis budaya lokal Sidoarjo

Peran mahasiswa Ekonomi Syariah dalam mengembangkan Ekonomi Kreatif Sidoarjo
Mahasiswa Ekonomi Syariah Stainim Sidoarjo sebagai Agen perubahan Ekonomi di Indonesia dituntut untuk mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi, salah satunya adalah pengabdian masyarakat. 

Dengan Berbekal pemikiran yang kritis, progresif, dan inovatif, sudah seharusnya Mahasiswa melakukan aksi gerakan yang nyata untuk mewujudkan mimpi bangsa Indonesia. Aksi Mahasiswa sedang ditunggu untuk mengembangkan berbagai sektor kehidupan. Salah satunya adalah sektor perekonomian sebagai kunci dari stabilitas kehidupan sebuah negara.

Bagaimana caranya? Mahasiswa bisa berkontribusi memajukan perekonomian lewat Ekonomi kreatif. Lantas, bagaimanakah kontribusi mahasiswa dalam memajukan Ekonomi kreatif ? 
Kontribusi mahasiswa bisa dilakukan dengan menciptakan sebuah karya sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni atau minat dan bakat mereka dengan mempertimbangkan kualitas dan nilai jual karyanya. 

Misalnya, mahasiswa jurusan bahasa bisa membuat industri bahasa. Berbagai tulisan yang dihasilkan (sastra maupun nonsastra) mahasiswa jurusan bahasa harus diperuntukkan untuk bisa menembus media masa dan penerbit. 

Selain itu, mahasiswa seni-desain dapat menciptakan berbagai desain, mahasiswa tata boga diharapkan dapat membuka bakery-pastry shop. Mahasiswa pendidikan dapat membuat lembaga private course atau lembaga sejenisnya. Dan berbagai macam contoh lainnya.

Dengan daya kreativitas sebagai mahasiswa dan semangat juang tinggi yang dimiliki oleh mahasiswa, pastinya mereka dapat menciptakan suatu lapangan pekerjaan baru. Mahasiswa bisa menjadi wirausaha muda serta membuka usaha yang berawal dari ide-ide brilian dan dapat membaca setiap peluang yang ada.

Pemerintah harus hadir sebagai pendukung utama dan terdepan. Pemerintah harus lebih proaktif dan massif dalam menyelenggarakan program wirausaha dan industri kecil bagi mahasiswa. 

Program semacam ini sudah dimulai oleh Dirjen Dikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang diselenggarakan setiap tahun. Program tersebut patut kita acungi jempol dan selalu ditingkatkan supaya dapat mencetak mahasiswa-mahasiswa yang hebat dalam mengelola industri kreatif dan ekonomi kreatif.

Kampus Stainim Sidoarjo, sebagai tempat belajar mahasiswa, harus mendukung mahasiswa melalui pengembangan softskill. Salah satu caranya bisa dengan menggiatkan para dosen untuk membimbing karakter mahasiswa agar menjadi sosok calon pengusaha yang berkepribadian baik, tangguh dan kuat. 

Sumber : http://stainim.ac.id/po-content/po-upload/STAINIM_CARING_and_INSPIRING_converted_(2).jpg
Diharapkan dengan adanya kedua dukungan tersebut, mahasiswa dapat menciptakan berbagai industri kreatif dan mengembangkan ekonomi kreatif yang dapat memajukan perekonomian bangsa.

Besar harapan bahwa manfaat yang juga bisa dihasilkan dari peran mahasiswa adalah mampu membantu peningkatan PDB supaya bisa mencapai target yang diinginkan pada tahun-tahun selanjutnya. Serta mahasiswa dapat menjadi pionir-pionir dalam praktek ekonomi bangsa yang dapat diandalkan.

Wallahu A'lam Bishawab

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_kreatif
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/13/203000326/inilah.tiga.sektor.ekonomi.kreatif.yang.sedang.naik.daun

Share on Google Plus

About Sarjana123 dot com

Saya hanya seorang mahasiswa biasa, calon sarjana yang sedang kuliah di Stainim Sidoarjo. Silakan kunjungi sosial media saya atau ingin kontak saya silakan Klik Disini

0 comments:

Post a Comment