Pengertian Mudharabah, Skema, Jenis, dan Dasar Hukum Mudharabah - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO Pengertian Mudharabah, Skema, Jenis, dan Dasar Hukum Mudharabah - MAHASISWA CALON SARJANA EKONOMI SYARIAH STAINIM SIDOARJO

Pengertian Mudharabah, Skema, Jenis, dan Dasar Hukum Mudharabah

PENGERTIAN MUDHARABAH
Akad Mudharabah merupakan salah satu akad yang terdapat dalam konsep ilmu syariah. Mudharabah berasal dari kata Adhdharby fil ardhi yang mempunyai arti berpergian dalam urusan dagang.  

Secara teknis, mudharabah adalah akad kerja sama di bidang bisnis usaha antara pengelola dana (mudharib) dan pemilik dana (shahibul amal) untuk dibuat sebuah bisnis usaha dan dikelola baik laba dibagi atas dasar nisbah bagi hasil sesuai dengan kesepakatan baik pihak pertama maupun pihak kedua. Bentuk akad ini menegaskan kerja sama dengan kontribusi seratus persen modal dari pemilik modal atau dana dan keahlian dari pengelola modal atau dana.Namun, apabila terjadi kerugian maka akan ditanggung oleh pemilik dana kecuali disebabkan oleh pengelola dana itu sendiri. 

Akad Mudharabah umumnya disebut dengan suatu transaksi pendanaan atau investasi yang menggunakan kepercayaan sebagai modal utamanya. Seperti halnya pemilik dana, memang sengaja memberikan dana pada pengelola dana untuk diolah agar lebih bermanfaat dan lebih menguntungkan. 

Pengertian Mudharabah, Skema, Jenis, dan Dasar Hukum Mudharabah

Dari pengertian dan sikap awalnya, akad Mudharabah sangat menekankan rasa kepercayaan yang tinggi antara pihak yang terlibat. Dalam istilah ekonomi, mudharabah umunya disebut dengan trust financing yang memang bermodalkan saling percaya untuk membangun sebuah bisnis usaha.

Akad Mudharabah tidak mewajibkan adanya wakil dari shahibul maal dalam manajemen bisnis usaha. Sebagai orang kepercayaan, mudharib (pengelola dana) harus bertindak hati-hati serta bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi akibat kelalaian dan tujuan penggunaan modal untuk usaha bisnis yang halal. 

Pengertian Mudharabah, Skema, Jenis, dan Dasar Hukum Mudharabah
  • Mudharabah menurut Imam Hanafi adalah "Akad syirkah dalam keuntungan, satu pihak pemilik modal dan satu pihak lagi pemilik jasa."
  • Mudharabah menurut Imam Maliki adalah "Akad perwakilan, dimana pemilik harta mengeluarkan sebagian hartanya untuk dijadikan modal kepada orang lain agar modal tersebut diperdagangkan dengan pembayaran yang telah ditentukan (emas dan perak).
  • Mudharabah menurut Mazhab Hanabilah adalah "Pemilik harta mengeluarkan sebagian hartanya dengan ukuran tertentu kepada orang lain untuk diperdagangkan dengan bagian dari keuntungan yang telah diketahui."
  • Mudharabah menurut Mazhab Syafi'i adalah "Akad yang menentukan seseorang menyerahkan hartanya kepada orang lain untuk diperdagangkan."

SKEMA MUDHARABAH

SKEMA MUDHARABAH
Skema Mudharabah 
Apabila dilihat dari skemanya, maka pemilik dana dan pengelola dana bersama-sama mempunyai hubungan dengan tujuan utama dari akad mudharabah yakni bisnis usaha.

Apabila ditinjau dari skema, pemilik dana memang memegang peranan penting dalam majunya usaha tersebut dan gagalnya usaha tersebut.

JENIS – JENIS AKAD MUDHARABAH
Akad mudharabah dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

Mudharabah Muthlaqah
Mudharabah mutlaqah adalah bentuk kerjasama yang dibangun antara pemilik dana dan pengelola dana tanpa adanya pembatasan oleh pemilik dana dalam hal tempat ataupun investasi objeknya. 

Dalam hal ini, pemilik dana memang memberikan kewenangan penuh atas hartanya untuk dikelola oleh pengelola dana.

Mudharabah Musytarakah
Mudharabah musytarakah adalah jenis akad yang dapat diketahui. Ketika awal kerjasama, akad yang disepakati yakni akad mudharabah dengan modal 100% dari pemilik dana, namun ketika berjalanya usaha dan pengelola dana tertarik menanam modal pada usaha tersebut, maka pengelola dana diperbolehkan untuk ikut dan menyumbang modal untuk bisa mengembangkan usaha tersebut. 

Mudharabah Muqayyadah
Mudharabah muqayyadah adalah jenis akad dengan bentuk kerjasama antara pemilik dana serta pengelola dana, dengan kondisi pemilik dana membatasi pengelola dana untuk memilih tempat maupun transaksi dan juga objek investasinya. 

RUKUN MUDHARABAH
Rukun-rukun Mudharabah yakni :
1. Pemilik modal 
2. Pelaksana usaha
3. Objek mudharabah atau modal dan kerja
4. Persetujuan kedua belah pihak atau ijab qabul
5. Nisbah keuntungan

DASAR HUKUM MUDHARABAH
Dalam akad mudharabah terdapat beberapa dasar hukum Islam yang sudah jelas diketahui oleh manusia.

1. Al Quran 
Quran merupakan dasar hukum yang utama dan pertama dalam setiap peraturan manusia menurut agama Islam. Semua telah diatur dalam Al Quran secara detail dan lengkap termasuk mengenai transaksi secara syariah dan berbagai keuntungannya, 

Allah SWT berfirman, “Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah karunia Alloh SWT.” (QS 62:10)

“……. Maka, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya dan hendaklah ia bertakwa kepada Alloh Tuhannya ….” (QS 2:283).

Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai Balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Al-Muzzammil [73]: 20).

Kata yang menjadi wajhud-dilalah atau argument dari ayat di atas adalah yadhribun yang sama dengan akar kata mudharabah yang berarti melakukan suatu perjalanan usaha.

2. As Sunnah
As sunnah adalah dasar hukum kedua dari akad mudharabah. Dimana dari Shalih bin Suaib r.a Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “tiga hal yang didalamnya terdapat keberkatan yaitu jual beli secara tangguh, muqaradhah (mudharabah) dan mencampuradukan dengan tepung untuk keperluan rumah bukan untuk dijual.” (HR. Ibnu Majah).

Sedangkan HR Thabrani dari Ibnu Abbas menyebut “Abbas bin Abdul Muthalib jika menyerahkan harta sebagai mudharabah, ia mensyaratkan kepada pengelola dananya agar tidak mengarungi lautan dan tidak menuruni lembah, serta tidak membeli hewan ternak. Jika persyaratan itu dilanggar, ia (pengelola dana) harus menanggung tersikonya. Ketika persyaratan yang ditetapkan Abbas didengar oleh Rasulullah SAW, beliau membenarkannya.”

SIFAT UTAMA MUDHARABAH
a. Berdasarkan prinsip bagi hasil dan berbagi risiko
  • Keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak 
  • nisbah yang telah disepakati sebelumnya
  • Kerugian finansial menjadi beban pemilik dana sedangkan pengelola tidak memperoleh imbalan atas usaha yang telah dilakukan.

b. Pemilik dana tidak diperbolehkan mencampuri pengelolaan bisnis sehari-hari Mudharabah dilakukan oleh dua orang yang mempunyai maksud yang sama tetapi kapasitas yang berbeda, antara lain :
  1. Pemilik modal yang tidak dapat mengelola modalnya atau tidak memiliki waktu untuk mengelolanya
  2. Orang yang tidak memiliki modal tetapi mempunyai keahlian dalam mengelola modal sehingga dapat mengahsilkan keuntungan yang nantinya akan dibagi hasil sesuai akad/perjanjian awal.

BERAKHIRNYA AKAD MUDHARABAH
Akad mudharabah bisa saja berakhir dengan berbagai ketentuan baik yang diharapkan maupun tidak diharapkan. Sebenarnya lama kerja sama yang dibangun dalam akad tidak memiliki batasan dan tidak tentu dan. 

Namun banyak kalangan yang memilih menentukan jangka waktu yang jelas agar bisnis usaha dan transaksi berjalan dengan jelas dan gamblang. Akad mudharabah bisa berakhir jika :

  • Salah satu pihak memutuskan untuk mengundurkan diri dari perjanjian, baik dengan alasan diterima maupun tidak diterima. Karena akad ini haruslah terjadi dengan kesediaan kedua belah pihak tanpa ada paksaan.
  • Dalam hal mudharabah tersebut, dibatasi waktunya atau diberikan waktu jelasnya
  • Jika salah satu pihak meninggal dunia atau mengalami hilang akal. Sehingga dianggap sebagai hilangnya kesepakatan.
  • Pengelola dan tidak menjalankan amanahnya sebagai pengelola usaha untuk mencapai tujuan sebagaimana dituangkan dalam akad tersebut.
  • Modal yang dimiliki sudah habis atau tidak ada.

Sekian artikel mengenai Pengertian Mudharabah, Skema, Jenis, dan Dasar Hukum Mudharabah. Semoga bermanfaat....

Artikel ini bersambung karena ada lanjutannya lagi :D
Ditunggu ya.....

(Baca Juga : Akad Murabahah)

Wallahu A'lam Bishawab

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Mudharabah

Share on Google Plus

About Sarjana123 dot com

Saya hanya seorang mahasiswa biasa, calon sarjana yang sedang kuliah di Stainim Sidoarjo. Silakan kunjungi sosial media saya atau ingin kontak saya silakan Klik Disini

0 comments:

Post a Comment