Fiqh/Fiqih/Fikih Muamalah Kontemporer - Pengertian, Ruang Lingkup Pembahasannya dan Manfaat Mempelajarinya (Bagian 1) | Jurnal Mahasiswa STAINIM Sidoarjo Yayasan Yatim Mandiri

Fiqh/Fiqih/Fikih Muamalah Kontemporer - Pengertian, Ruang Lingkup Pembahasannya dan Manfaat Mempelajarinya (Bagian 1)

PENGERTIAN FIQIH MUAMALAH KONTEMPORER
Kata muamalah berasal dari bahasa Arab. Secara etimologi berarti sama seperti halnya al-mufa’alah yang dengan kata lain saling berbuat. Kata tersebut mencerminkan tentang suatu pekerjaan yang dilaksanakan oleh seseorang dengan orang beda atau dengan sejumlah orang untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.

Sedangkan kata fiqih muamalat secara terminologi memiliki pengertian sebagai hukum atau aturan yang sehubungan dengan perbuatan dari hukum insan manusia tentang perkara keduniaan.

Fiqih muamalah ialah pengetahuan mengenai transaksi atau pekerjaan yang cocok hukum-hukum syariat, mengenai perilaku insan dalam kehidupan keseharian yang diperoleh dari sumber-sumber hukum Islam.

Fikih Muamalah Kontemporer - Pengertian, Ruang Lingkup Pembahasannya dan manfaat mempelajarinya

Berdasarkan keterangan dari kamus bahasa Indonesia, kontemporer mempunyai makna yakni semasa atau sewaktu, di masa sekarang atau dewasa ini. Dengan begitu, dapat diputuskan bahwa fiqih muamalah kontemporer sendiri sangat sehubungan dengan pertumbuhan pola pikir fiqh muamalah kini ini.

Latar belakang adanya isu tentang fiqih kontemporer ialah akibat adanya modernisasi yang ada di mayoritas dari negara-negara Islam. Melalui arus modernisasi yang mengakibatkan munculnya sejumlah perubahan pada tatanan sosial umat islam, entah itu berhubungan dengan bidang politik, sosial kebiasaan bahkan ekonomi.

Dengan definisi lain dapat disebutkan bahwa fiqih muamalah kontemporer adalah segala aturan Allah SWT yang mesti ditaati oleh umat Islam yang telah menata hubungan antara manusia bersama dengan manusia lainnya dalam kaitannya dengan harta benda yang berbentuk segala jenis transaksi yang mempunyai sifat modern.

RUANG LINGKUP MUAMALAT KONTEMPORER
a. Persoalan tentang transaksi bisnis kontemporer yang belum dikenal zaman klasik. 
Lingkup ini membicarakan mengenai transaksi yang baru hadir pada ketika ini. Seperti saham, reksadana, duit kertas, Obilgasi, Asuransi, MLM, dll.

Salah satu contohnya ialah asuransi. Asuransi ialah pertanggungan atau perjanjian yang terjadi antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban untuk menunaikan iuran dan pihak yang beda berkewajiban memberikan garansi sepenuhnya untuk pembayar iuran. Jika terjadi sesuatu yang menimpa dirinya atau barang miliknya yang diasuransikan cocok dengan perjanjian yang dibuatnya.

Pada zaman klasik, asuransi ini belum ada, meskipun asuransi dikiaskan dengan cerita ikhtiar mengikat unta sebelum pergi meninggalkannya. Asuransi ini bisa diperbolehkan bilamana memenuhi kriteria-syarat hukum syariat dalam Islam

b. Transaksi bisnis yang berubah sebab adanya pertumbuhan atau evolusi kondisi, situasi, dan tradisi/kebiasaan. 
Perkembangan teknologi yang semakin modern dan cepat dengan menghadirkan sekian banyak  fasilitas dengan sekian banyak  kemudahannya begitu urusan nya dalam bisnis. Misalnya penerimaan barang dalam akad jual beli, transaksi e-bussiness, transaksi sms

c. Transaksi Bisnis Kontemporer yang memakai nama baru 
Meskipun memakai nama baru akan namun subtansinya masih laksana yang terdapat zaman klasik. Contohnya bunga bank yang sejatinya ialah sama dengan riba, Jual beli Valuta Asing. Meskipun Riba sudah berganti nama yang “lebih indah” dengan sebutan Bunga, tetapi pada substansinya tetaplah sama sampai-sampai hukum bunga sama dengan riba yang sudah jelas keharamannya dalam al-Qur’an.

d. Transaksi bisnis canggih yang menggunakan sejumlah akad secara berbilang, 
Contohnya laksana IMBT, Murabahah Lil Amiri Bi Syira. Dalam lingkup ini membicarakan bahwa pada masa Kontemporer terdapat sejumlah akad yang dimodifikasikan dalam sebuah transaksi bisnis.

Berikut ini ialah beberapa modifikasi akad Klasik yang terjadi pada Masa Kontemporer:
a. Hak intifa’ (memanfaatkan), misalnya Wadhi’ah yad Dhamanah
b. Uang Administrasi, misalnya Qardhul Hasan
c. Ujrah (fee), misalnya L/C, transfer
d. Kredit, misalnya Murabahah
e. Muazzi (Paralel) + Kredit (Muajjal / Taqsith), misalnya Salam
f. Jaminan (Rahn + Kafalah), misalnya Mudharabah
g. Perubahan sifat akad, misalnya Wadi’ah (awalnya mempunyai sifat tidak mengikat menjadi mengikat)
h. Janji (wa’ad), misalnya Ijarah Mutahiya bi Tamlik
i. Wakalah
(Baca Kelanjutannya : Fiqh/Fiqih/Fikih Muamalah Kontemporer - Pengertian, Ruang Lingkup Pembahasannya dan Manfaat Mempelajarinya (Bagian 2))

Wallahu A'lam Bishawab

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fiqh/Fiqih/Fikih Muamalah Kontemporer - Pengertian, Ruang Lingkup Pembahasannya dan Manfaat Mempelajarinya (Bagian 1)"

Post a Comment