Sistem Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Pada Masa Era Al-Khulafa Ar-Rasyidin - Usman bin Affan | Jurnal Mahasiswa STAINIM Sidoarjo Yayasan Yatim Mandiri

Sistem Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Pada Masa Era Al-Khulafa Ar-Rasyidin - Usman bin Affan

Assalamu’alaikum lur....

Piye Kabare Lur ? Mugi-mugi lancar kabeh urusan kuliahe. Aamiin Ya Robbal Alamin

Kali ini kita akan melanjutkan artikel Sistem Ekonomi dan Kebijakan Fiskal dalam Islam terutama pada masa Al-Khulafa Ar-Rasyidin.


Oh iya.... dosen pengampu dari mata kuliah ini adalah Ibu Ilmi, dosen yang sangat baik hati dan dekat dengan para mahasiswa. Maaf, ga bisa nulis lengkap namanya lur karena namanya susah banget. Takutnya salah ketik. Hehehehe.....

Yuk lanjut....

Sistem Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Pada Masa Era Al-Khulafa Ar-Rasyidin - Usman bin Affan

Kebijakan Fiskal pada Masa Usman bin Affan (577-656 M)
Usman bin Affan menjadi khalifah, setelah terpilih dari tujug orang yang direkomendasikan oleh khalifah Umar bin Khattab sebelum meninggal. 

Ada nuansa yang sangat berbeda ketika Khalifah Usman bin Affan memimpin. Kebijakan-kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh Usman bin Affan terbukti menyimpang dari para pendahulunya. Pada akhirnya menimbulkan kontraproduktif baginya dan juga umat islam.

Beberapa perubahan kebijakan yang siginifikan adalah ketika diminggu pertama menjadi khalifah beliau menaikan gaji pegawai negeri secara drastis. Bahkan untuk sebagian pejabat pada masa pemerintahan Usman bin Affan menambahkannya dengan proporsi hingga 100 persen.

Sebenarnya hal tersebut telah banyak dicegah oleh para pejabat negara yang dahulu telah bertugas dimasa Umar bin Khattab. Seperti, Abdullah bin Arqam yang menjabat sebagai Menteri Keuangan, dan juga sahabat karib Usman, Abu Dzar Al Ghifari.

Selanjutnya, beliau juga mengambil sikap yang berbeda dengan para pendahulnya mengenai tanah negara. Dimana Usman bin Affan melakukan tindakan land reform kepada para seluruh rakyat. 

Selain itu, Langkah kebijakan yang diambil Pemerintahan Khalifah Usman bin Affan dianggap kurang tepat yakni dengan mengalihkan pos pendapatan zakat bukan pada tempatnya, yakni untuk pembiayaan perang. Padahal, pos pengeluaran itu sendiri telah diatur, kalaupun Khalifah Usman bin Affan mengalihkan dana itu untuk pos yang lain, seharusnya status dana pengeluaran itu adalah pinjaman.

Khalifah Usman bin Affan juga memiliki pendapat apabila shadaqah baginya bukan merupakan bagian dari pos penerimaan negara. 

Pemerintahan Khalifah Usman bin Affan telah membuat kekacauan dalam komposisi kas negara, sebab sebagai orang kaya pada waktu itu Khalifah Usman bin Affan mencampurkan harta pribadinya dengan kas negara. 

Hal ini pula yang menyebabkan banyak orang yang mengira Khalifah Usman bin Affan melakukan korupsi ketika Khalifah Usman bin Affan melakukan pengeluaran negara atas dasar keinginan pribadi tanpa rincian. Meskipun Khalifah Usman bin Affan tidak terbukti melakukan korupsi.

Terlepas dari kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Khalifah Usman bin Affan, kita ketahui bahwa Khalifah Usman bin Affan sendiri memang memiliki pemikiran yang jauh berbeda dengan para pendahulunya. 

Dan tidak semuanya memiliki efek negatif, misalkan saja kebijakan land reform yang ia keluarkan terbukti berhasil meningkatkan produktifitas. 

Selain itu, akibat dari kebijakan menaikkan dana perang juga berdampak kepada makin besarnya daerah pemerintahan Islam. 

Khalifah Usman bin Affan juga melakukan upaya efisiensi dengan melakukan prinsip self assasement dalam penarikan zakat, dan tentu saja hal ini bisa mengurangi ongkos dalam pemungutan zakat, dimana prinsip ini masih diterapkan hingga saat ini oleh ilmu fiskal moderen.

Akibat perluasan daerah pemerintahan Islam pada masa kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan membuat komposisi masyarakat makin beragam. Dampaknya adalah mulai terjadi friksi sosial yang muncul ke permukaan. 

Demikianlah realitas kejadian perekonomian pada masa Khalifah Usman bin Affan. Terlepas dari pro dan kontra kebijakan beliau sebagai seorang pemimpin, Khalifah Usman bin Affan telah berusaha menerapkan kebijakan fiskal pada sebuah negara berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

Khalifah Usman bin Affan tutup usia, pada umur 82 tahun. 

Kalau menurut kamu, bagaimana lur ? Jangan lupa komentar di bawah ya lur

Sampai ketemu di Artikel Berikutnya....

Wallahu A'lam Bishawab

Sumber : 
Muhammad Ma’ruf. 2004. Komparasi Fiskal Antara Ekonomi Modern Dengan Ekonomi Islam, Tinjauan Teori dan Sistem. Skripsi Fakultas Ekonomi Univesitas Lampung


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sistem Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Pada Masa Era Al-Khulafa Ar-Rasyidin - Usman bin Affan"

Post a Comment