Murabahah – Pengertian, Rukun dan Syarat | Kabar Berita Mahasiswa Terbaru Terlengkap dan Terkini

Murabahah – Pengertian, Rukun dan Syarat

Memang sangat berat bagi kita untuk meninggalkan kebiasaan atau tradisi pada lingkungan yang sudah terbentuk.  Kebiasaan yang sudah terlanjur masuk dalam menerapkan sistem ekonomi kapitalis.  Perlu diperhatikan kembali bahwa segala sesuatu yang dilarang Allah SWT pasti untuk menghilangkan dari berbagai kerusakan. Akan tetapi dari pelarangan tersebut akan terdapat solusi yang telah disediakan yang bisa mendatangkan maslahat atau manfaat. Konsep Murabahah dapat menjadi alternatif pengganti untuk jual beli yang dilarang.


Murabahah – Pengertian, Rukun dan Syarat

Murabahah merupakan transaksi penjualan benda atau barang dengan melaporkan harga perolehan serta keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual serta pembeli. Pembayaran atas akad jual beli bisa dilakukan secara tunai ataupun kredit. Perihal yang membedakan murabahah dengan jual beli yang lain merupakan penjual wajib memberitahukan kepada pembeli harga benda pokok yang dijualnya dan jumlah keuntungan yang diperoleh.

Penjualan barang bisa dilakukan secara tunai ataupun kredit, bila secara kredit wajib dipisahkan antara keuntungan serta harga perolehan. Keuntungan tidak boleh berganti sejauh akad, jika terjalin kesusahan bayar bisa dicoba restrukturisasi pembayaran.

Murabahah dalam konotasi Islam pada dasarnya berarti penjualan. Perbedaan dengan metode penjualan yang lain adalah kalau penjual dalam murabahah secara jelas memberitahukan kepada pembeli berapa nilai pokok benda tersebut serta berapa besar keuntungan yang dibebankannya pada nilai tersebut.

Secara bahasa, murabahah berasal dari kata ribh yang bermakna berkembang serta tumbuh dalam perniagaan. Dalam sebutan syariah, konsep murabahah ada bermacam perumusan penafsiran yang berbeda- beda bagi komentar para ulama (pakar). Penafsiran murabahah merupakan salah satu wujud jual beli yang mewajibkan penjual membagikan data kepada pembeli tentang biaya- biaya yang dikeluarkan buat memperoleh komoditas( harga pokok pembelian) serta bonus profit yang diresmikan dalam wujud harga jual nantinya.

Pendapat lain dikemukakan oleh Al- Kasani, murabahah merupakan mencerminkan transaksi jual beli: harga jual ialah penumpukan dari biaya- biaya yang sudah dikeluarkan untuk mendatangkan objek transaksi ataupun harga pokok pembelian dengan bonus keuntungan tertentu yang di idamkan penjual (baca:margin), harga beli serta jumlah keuntungan yang di idamkan dikenal oleh pembeli. Maksudnya pembeli diberitahu berapa harga belinya serta bonus keuntungan yang di idamkan.

Konsep Murabahah
Murabahah menekankan adanya pembelian komoditas berdasarkan pemintaan konsumen serta proses penjualan kepada konsumen. Harga jual yang ditetapkan merupakan akumulasi dari HPP biaya beli dan tambahan profit yang diinginkan. Apabila terkait dengan pihak bank Syariah maka bank Syariah wajib untuk menerangkan tentang harga beli serta tambahan keuntungan yang diinginkan kepada nasabah.

Dalam konteks ini, bank Syariah tidak meminjamkan uang kepada nasabah untuk membeli komoditas atau barang. Pihak Bank Syariah yang wajib membelikan komoditas atau barang pesanan nasabah pada pihak ketiga kemudian dijual kembali kepada nasabah dengan harga yang telah disepakati oleh kedua pihak.

Murabahah sangat berbeda dengan jual beli biasa. Dalam jual beli umumnya terdapat proses tawar menawar antara penjual dan pembeli untuk memastikan harga jual. Penjual juga tidak mengatakan keuntungan dan harga beli yang diinginkan. Berbeda dengan konsep murabahah, HPP harga beli dan keuntungan (margin) yang diinginkan harus dijelaskan kepada pembeli

Landasan Hukum Jual Beli Murabahah
Jual beli dengan sistem murabahah adalah akad jual beli yang diperbolehkan. Hal ini berdasarkan pada dalil-dalil yang terdapat dalam al qur’an, hadits maupun ijma’ ulama. Beberapa dalil yang memperbolehkan jual beli murabahah antara lain :
  • An-Nisa [4]: 29


  • Al-Baqarah [2]: 275


(Baca juga :  Akad Mudharabah)

Bersambung ya.... :D
Ntar di update lagi....

Wallahu A'lam Bishawab


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Murabahah – Pengertian, Rukun dan Syarat"

Post a Comment