Fiqh/Fiqih/Fikih Muamalah Kontemporer - Pengertian, Ruang Lingkup Pembahasannya dan Manfaat Mempelajarinya (Bagian 2) | Jurnal Mahasiswa STAINIM Sidoarjo Yayasan Yatim Mandiri

Fiqh/Fiqih/Fikih Muamalah Kontemporer - Pengertian, Ruang Lingkup Pembahasannya dan Manfaat Mempelajarinya (Bagian 2)


SUMBER HUKUM FIQH MUAMALAH
Sesuai dengan definisi dan pengertian di artikel sebelumnya bahwa fiqih ialah pengetahuan mengenai hukum syariah islam yang bersangkutan dengan perbuatan insan manusia yang sudah dewasa dan berakal sehat yang dinukilkan dari dalil-dalil terperinci.


Maka sumber dari fiqih muamalah pastinya berasal dari sumber hukum syariah islamiyah diantaranya merupakan:

a. Al Qur’an
Al Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan untuk Nabi Muhammad SAW, melewati malaikat Jibril, diucapkan secara mutawatir yang merupakan kelompok wahyu Allah guna menjadi petunjuk untuk seluruh umat di dunia.

Segala sesuatu yang bersangkutan dengan istinbath hukum fiqh muamalah mestilah cocok dengan doktrin yang terdapat di dalam Al-Qur’an, sebab memang sumber hukum utama dan kesatu untuk umat muslim ialah Al-Qur’annul Karim. Allah berfirman dalam Qs. Hud: 84 dan Qs. Ar Rum: 39 tentang riba dan muamalah


b. Sunnah
Sunnah adalah sumber istinbath hukum kedua sesudah Al-Qur’an. Maka mesti hukumnya pengambilan sumber hukum yang mendasari fiqih muamalah mesti pun tidak boleh membias dari sunnah Rasulullah SAW.

Inti terdalam dari destinasi agama Islam guna mewujudkan kemaslahatan kehidupan manusia. Karena tersebut para Rasul terdahulu menyuruh umat (berdakwah) untuk melaksanakan muamalah, sebab memandangnya sebagai doktrin agama yang harus dilaksanakan, Tidak terdapat pilihan untuk seseorang guna tidak mengamalkannya.

c. Qiyas
Qiyas dipergunakan dalam memutuskan hukum sebuah masalah, andai tidak terdapat ketetapannya dalam al-Qur’an dan as-sunnah. Berdasarkan keterangan dari istilah, qiyas ialah mengeluarkan (mengambil) sebuah hukum yang serupa dari hukum yang telah dilafalkan (belum memiliki ketetapan) untuk hukum yang sudah ada/telah diputuskan oleh al-Qur’an dan as-sunnah, diakibatkan sama ‘illat antara keduanya.

Berdasarkan keterangan dari jumhur ulama’, qiyas ialah hukum syara’ yang bisa menjadi hujjah dalam memutuskan suatu hukum dengan dalil firman Allah dalam Qs. Al-Hasyr: 2. Kalimat yang mengindikasikan qiyas dalam ayat ini ialah “menjadi pandangan”, ini berarti mencocokkan antara hukum yang tidak dilafalkan dengan hukum yang sudah ada ketentuannya.

d. Ijma’
Ijma’ adalah dasar-dasar hukum syara’ yang menjadi sumber hukum dalam memutuskan hukum sebuah masalah, ijma’ (kesepakatan semua ulama’) pun sering dipergunakan sebagai dasar hukum keempat.

e. Ijtihad
Ijtihad berarti bersungguh-sungguh, melimpahkan pemikiran, menguras kesanggupan. Artinya mencurahan kesanggupan yang terdapat dalam membicarakan (menyelidiki) sebuah masalah guna mendapatkan sebuah hukum yang susah bertitik tolak untuk Al Qur’an dan as-Sunnah

Wallahu A'lam Bishawab



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fiqh/Fiqih/Fikih Muamalah Kontemporer - Pengertian, Ruang Lingkup Pembahasannya dan Manfaat Mempelajarinya (Bagian 2)"

Post a Comment