Rukun, Syarat dan Macam-macam Ijarah | Kabar Berita Mahasiswa Terbaru Terlengkap dan Terkini

Rukun, Syarat dan Macam-macam Ijarah

RUKUN DAN SYARAT IJARAH

Dalam mengerjakan akad sewa mencarter atau ijarah, tentuna jangan meleneng dari syari’at agama. Diantaranya terdapat syarat dan rukun ijarah. Berdasarkan keterangan dari jumhur ulama, rukun ijarah terdiri dari Mu’jir, Musta’jir, Ajr, Manfaat dan Shighah (ijab qabul).

Syarat yang mesti diisi oleh mu’jir dan muata’jir yaitu laksana syarat akad lainya.

 Berakal.
Kehendak sendiri (tanpa paksaan).
Baligh.
Mengetahui secara jelas tentang guna yang diakadkan supaya tidak terjadi salah paham.
Serta memahami akad masa mengerjakannya atau batasan waktu.
Berdasarkan keterangan dari Jumhur ulama ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi sehubungan dengan guna atau obyek akad ijarah, yakni :

Manfaat yang dijadikan obyek ijarah mesti diketahui dengan tentu mulai bentuk, sifat, tempat sampai waktunya.
Manfaat tersebut harus diisi dalam makna yang sebenarnya.
Manfaat yang dikamsud mempunyai sifat mubah. Karena jangan menyewakan barang yang haram atau dilarang oleh syara’. Misalnya lokasi untuk berjudi atau maksiat dan lain-lain.


MACAM-MACAM IJARAH

1.Ijarah ‘Ala Al-Manfi’.

Yaitu ijarah yang obyek akadnya ialah manfaat atau benda.Seperti contoh, menyewakan mobil atau kendaraan, menyewakan lokasi tinggal dan lain-lain. Yang butuh diperintahkan ialah tidak boleh menjadikan obyek sebagai lokasi yang manfaatnya dilarang oleh syara’.



2.Ijarah ‘Ala Al-‘Amal ijarah.

Yaitu ijarah yang obyek akadnya ialah jasa atau pekerjaan. Contohnya ialah penahit atau jasa insinyur dalam pembangunan dn lain-lain. Dan tentunya guna yang diserahkan tidak terbit atau dilarang oleh syara’. Akad ijarah ini, berhubungan erat dengan masalah upah mengupah. Ajir dapat dipisahkan menjadi dua macam, yakni :


Ajir Khass (pekerja khusus) : pekerja atau buruh yang mengerjakan suatu kegiatan secara individual dalam masa-masa yang sudah ditentukan.Contohnya penolong rumah tangga. Menyusui anak (seperti pada zaman Rasulullah).

Ajir Musytarak : orang yang bekerja dengan profesinya dan tidak berhubungan oleh orang tertentu. Dia menemukan upah sebab profesinya, bukan penyerahan dirinya terhadap pihak lain. Contohnya insinyur atau pengacara.


PEMBATALAN DAN BERAKHIRNYA IJAROH

Ijarah tergolong akad yang lazim, yakni akad yang jangan terjadinya fasakh (pembatalan) pada di antara pihak kecuali andai ada factor yang mwajibkan adanya fasakh (pembatalan). Faktor-faktor yang mengakibatkan yerjadinya fasakh antara lain :


Terjadinya cacat pada barang saat diterima atau berada pada si penyewa (musta’jir) atau pun barang yang disewakan rusak. Berdasarkan keterangan dari jumhur ulama, kematian pada salah seorang yang sedang berakad tidak dapat mengurungkan ijarah, karena berpengalaman warisnya bisa menggantikan posisinya, baik sebagai mu’jir atau musta’jir.
Terpenuhinya guna benda atau jasa ijarah, atau pun selesainya kegiatan dan pun berakhirnya masa-masa yang sudah ditetukan.
objek hilang atau musnah,
tenggang masa-masa yang disepakati dalam akad ijarah sudah berakhir,
menurut keterangan dari ulama Hanafiyah, wafatnya seorang yang berakad.
menurut keterangan dari ulama Hanafiyah, bilamana ada uzur dari di antara pihak seperti lokasi tinggal yang disewakan disita Negara sebab bersangkutan utang yang banyak, maka akad ijarah batal. Akan tetapi, menurut keterangan dari jumhur ulama uzur yang boleh mengurungkan akad ijarah hanyalah bilamana obyeknya cacat atau guna yang dituju dalam akad tersebut hilang, laksana kebakaran dan dilanda banjir.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rukun, Syarat dan Macam-macam Ijarah"

Post a Comment